Assalamualaikum Wr. Wb.
Apa kabar para pembaca blog gue, para pengunjung blog gue. Apa kabar semuanya? Mudah - mudahan semuanya baik-baik aja.
Maaf semuanya, kalo belakangan ini gue nggak ada posting di blog. Gue tau kalian kangen gue kan? Iya kan? Iya dong pastinya?
Oke bagi kalian yang kangen gue, gue mau mengatakan "I Am Back Guys !"
Bagi yang pengen muntah "Kantong kresek, kantong kresek, sayang anak, sayang anak"
Entah kenapa setelah pengumuman SNMPTN waktu itu, keinginan gue untuk nulis di blog sedikit menurun. Kenapa? Entahlah, tanyakan saja pada burung yang bergoyang.
Mungkin ada yang berfikir, gue gak posting akibat dari perintah otak gue yang mangatakan "Leon, ngapain kamu nulis-nulis di blog. Emang ada yang baca?", atau mungkin juga ada yang berifikir bahwa "Leon itu gak punya otak, makanya dia gak posting". Tapi semua pikiran kalian hasil dari imajinasi gue itu gak ada yang bisa menjawab kenapa gue gak posting. Sudah kubilang, tanyakan saja pada burung yang bergoyang. Dan ketika menulis paragraf ini, gue menyadari satu hal, "Emang ada gitu yang peduli gue posting apa nggak ? ~_~"
Pada postingan sebelumnya, gue udah janji mau nyeritain perjuangan gue setelah PENOLAKAN di SNMPTN. Yap gue pengen nepatin janji gw. Gue gak mau semua fans fans gw kecewa. Gue gak mau mereka sampe ngelakuin hal-hal nekat karena gue gak nepatin janji.
Untuk menghindari hal-hal nekat terjadi, gue bertekat (sambil mengepalkan tangan di dada) bahwa "gue akan menepati janji gue untuk lo semua, fans fans ku tercinta. Emmmuach :* " dan gue berjanji bahwa "Bulu ketek syahrini gak akan bisa menghalangi tekat gue untuk menepati janji gue ke kalian smua !"
Cukup basa basinya, mari kita mulai doa bersamanya. Salah, mari kita mulai ceritanya.
Oke, setelah penolakan yang menurut gue sedikit menyakitkan itu, gue perlahan-lahan mulai bangkit. Dari yang tadinya tengkurep di dasar, gue mulai mencoba untuk berdiri kembali. Gue menyadari satu hal, kalo gue terus-terusan tengkurep, kapan gue bisa maju? Ngesot aja susah untuk maju, apalagi tengkurep?
Bagaimana caranya gue bangkit? Sesuai judul diatas, gue bangkit dengan cara mengikuti test SIMAK. Apa itu SIMAK? Kenapa harus SIMAK? Kenapa bukan Nazarudin? Kenapa gue nulis Nazarudin? KENAPAAA??!! Setelah gue sadari, apa hubungannya SIMAK dengan Nazarudin? Kembali lagi, kita tanyakan saja pada burung yang bergoyang.
Apa itu SIMAK? SIMAK adalah kependekan dari "Seleksi Masuk". Tentu aja Seleksi Masuk perguruan tinggi. Dan universitas yang mengadakan SIMAK adalah "Universitas Indonesia". Bisa dibilang ini adalah seleksi lanjutan yang dilakukan oleh Universitas Indonesia untuk menampung lebih banyak calon-calon mahasiswa/i.
Kenapa harus SIMAK? Karena pada saat itu, SIMAK adalah salah satu kesempatan gue untuk bangkit. Sebenernya ada banyak kesempatan gue untuk bangkit. Tapi untuk postingan kali ini mari kita bahas SIMAK dulu.
Sebagai orang yang katakanlah belum berhasil di SNMPTN kayak gue, tentunya SIMAK sangat membantu banget. Kenapa? Karena kita seperti diberikan kesempatan ke-dua untuk mencoba lagi.
Gue pun mulai mencari informasi tentang SIMAK. Dari mulai biaya, jurusan, peminat jurusan, kuota.
Gue juga mencari informasi tentang Universitas Indonesia, mulai dari gedungnya, lingkungannya, wilayahnya, satpamnya, cleaning servicenya, istri rektornya, dan lain lain.
Setelah semua informasi yang gue butuhkan terkumpul, gue mulai mendaftarkan diri untuk mengikuti test SIMAK ini. Gue memilih 2 jurusan, yang menurut gue keren. Tekhnik Mesin dan Tekhnik Kimia. Kenapa keren? Pasti kalian kira gue mau jawab "Tanyakan saja pada burung yang bergoyang" kan? Enggak kok, gue milih 2 jurusan tersebut karena gue anggep keren aja, dan prospek kerjanya insyaAllah bagus. Apa itu prospek? Jangan tanyakan ke gue, tanyakan saja pada....Oke STOP!
Kalau boleh jujur, awalnya gue mengikuti SIMAK ini cuma untuk coba-coba. Mungkin kalian akan mengakatan seperti ini "Sombong banget lo yon, SNMPTN aja kagak nyangkut, pake acara SIMAK cuma untuk coba-coba? Please, don't play with your d*ck, dude!". Sesungguhnya gue punya alesan, kenapa gue sampe bisa mengatakan bahwa "Gue mengikutin SIMAK cuma untuk coba-coba". Bisa dikatakan, bahwa gue udah punya cadangan universitas yang kemungkinan besar bakal nerima gue. Walaupun belum bisa dipastikan 100%. Apa nama universitasnya? Pada postingan selanjutnya gue bakal nyeritain tentang Universitas tersebut.
Sekedar informasi untuk para pembaca, orang yang kurang beruntung di SNMPTN kayak gue, bukan cuma gue aja. Banyak siswa siswi lain yang nasibnya mirip dengan gue. Bahkan ada siswa, yang menurut gue dia pinter banget, tapi mengalami nasib yang sama dengan gue. Hal ini buat gue yakin, bahwa semua kehendak itu ada di tangan Tuhan. Bila Tuhan menginginkan sesuatu hal terjadi kayak "gini", maka yang akan terjadi adalah kayak "gini" bukan kayak "gitu". (Pusing dengan kosakata gue yang sangat minim? Segeralah minum Baygon). Mungkin kita akan berfikir, "Kenapa kayak gini sih jadinya? padahal gue udah berusaha sekuat tenaga.". Buat yang berfikiran kayak gini, gue cuma pengen ngomong, "Tuhan itu Maha Adil, percaya kalo jalan yang dipilihkan-Nya adalah jalan yang terbaik untuk lo. Sekarang tinggal kita yang berusaha untuk menajalankan pilihan-Nya tersebut semaksimal mungkin. Tuhan memiliki rencana yang lebih besar untuk kita nanti.". (Leon kamu kerasukan apa jadi nulis kayak gini?).
Info untuk para pembaca lagi, SIMAK ini diadakan di Jakarta, sedangkan gue tinggal di Lampung. Bagaimana caranya untuk mengikuti test tersebut? Sangat mudah, kita hanya perlu menaiki Bus jurusan Lampung-Jakarta (INGAT !! Jangan pilih jurusan Lampung-Palembang) -> tiba di Jakarta -> ikuti test SIMAK-nya -> pulang -> selesai. Mudah bukan?
Tapi ini gak semudah yang dibayangin. Kendalanya adalah :
1. Nanti ke-Jakartanya sama siapa? Sendiri?
2. Nanti disana tinggal dimana? Di mesjid? Ngemper?
3. Disana bakal tinggal sama siapa? Sendiri? JOMBLO ya makanya sendiri? Kasian.
4. Bisa gak ngurus diri sendiri disana sendirian? Orang bilang Jakarta itu Keras lho.
Yap ini mungkin adalah kendala yang cukup penting untuk dipikirkan.
Gue berfikir keras, bagaimana caranya agar gue dapat melwati kendala tersebut. Gue mencoba menanyakan pada burung yang bergoyang, tapi seperti yang kita ketahui dia cuma bisa bergoyang, dan satu hal lagi, dia itu BURUNG! Gimana cara nanya nya?
Setelah proses pemikiran yang cukup panjang, akhirnya gue menemukan solusinya.
Solusi Kendala nomor 1 : Kebetulan, temen-temen gue yang senasib sama gue, berencana buat pergi bareng-bareng. Jadi nanti kita sewa travel untuk berangkat ke Jakartanya.
Solusi Kendala nomor 2 : Tinggal dimana? Kebetulan lagi, salah satu anak di rombongan, punya ide untuk numpang di kontrakan kakak kelas (alumni). Setelah konfirmasi dengan kakak kelas, mereka setuju buat nampung kami semua disana. Untung aja mereka gk minta sesajen yang aneh-aneh, misalnya "Kalo kalian mau numpang disini, kalian harus bawa kolor warna warni yang unyuu :3". Cari dimana tuh? Kalo kolor buduk, gue banyak.
Solusi Kendala nomor 3 : Untuk pertanyaan nomor 3, kayaknya udah gue jawab deh di solusi nomor 2. (Terus apa gunanya gua tulis ~_~" )
Solusi Kendala nomor 4 : Insya Allah yaahh, kalo bersama-sama kita pasti bisa melewati semua rintangan yang menghadang. Alhamdulillah yah..
Oke sekarang semua problem/kendala yang menghadang sudah teratasi. Ups, sebenernya masih ada satu hal lagi yang menurut gue menjadi kendala. "Apakah gue udah mempunyai kesiapan yang cukup untuk mengikuti test ini?"
Jawabannya : Belum.
Solusinya : Belajar
Realitanya : Amat sangat malas untuk belajar. Karena seperti yang gue tuliskan diatas, gue mengikuti test ini awalnya cuma untuk coba-coba. Tapi terlepas dari hal itu, tentunya gue juga mempersiapkan diri gue, dengan mengulang pelajaran yang udah gue dapet di tempat gue Les. Gue gak mau terlalu percaya diri. Karena kalo kita terlalu percaya diri, saat kita jatuh, itu akan terasa sangat sakit. Percaya diri itu boleh, tapi gak boleh berlebihan.
Dengan segala keterbatasan ilmu, gue memberanikan diri ikut test ini, untuk menuju sukses kedepannya.
Oke sampe sini dulu cerita part 1 nya, sengaja gue bagi jadi 2 part, biar keren aja gitu, keliatannya jadi panjang banget curhatan gue, sampe ber part part. :3.
SALAM JOMBLO !
Assalamualaikum Wr. Wb.
"burung yang bergoyang" ambigu bukan tuh.hahah #eeaaa
BalasHapusperjuangan gue kuliah ga sehebat lo bro.. salut gueee
BalasHapus